Syakir Gani :)

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Saturday, 6 August 2011

M E R U S U K



di panas terik mentari kota metropolitan ni ,
hati aku seolah olah ditiup angin monson membeku ,
sayu suara mak didapur memekik aku ,
tung tang tung tang tukul besi abah membaiki rumah ,
hirup piruk jiran sebelah berniaga dagang ,
serak serak suara abang ,
mengilai ngilai suara akak minta dibantu ,
aku sedar dulu nya ,
kebahagian ini hanya sementara ,
tapi aku ingkar dengan jalan tuhan ,
dingin aku teringat akan mak dikampung ,
bertakung air suci aku mengalir mengenangkan dosa kalian ku ,
dikejutnya aku oleh abah sebelum imsak ,
pinta aku sahur jangan lapar dihari sore ,
'adik , bangunn ! sahur '
sayu abah ketuk pintu aku ,
dengar je suara itu ,
aku yang berkepale batu ni ,
tarik kembali selimut ihram ku ,
mencari posisi nyenyak tidur ,
tak lame sejenak ,
sekali lagi pintu aku diketuk ,
kali ini kedengaran seperti suara mak menghinis ,
' adik bangun nak , sahur ! nanti adik lapa nie '
terus aku bangun dalam keadaan separuh mamai ,
aku hantuk kan kepale degil ku diatas meja dapur ,
tanda tidur tak cukup ,
segaka juadah mak hidangkan ,
mood bersahur aku tak penah luput dalam ingatan mak ,
pajeri nenas , ikan keli goreng , nasi sesenduk , 
kicap juga dan milo suam cawam arkopal mak ,
semua nya dihidang elok depan mata ,
tingga aku menjamah sahaja ,
belum dan sepinggan nasi ,
aku teriak 'mak , air adik dah habis'
bangun lah seorang ibu ,
dengan tangan penuh dek nasi ,
dibasuh nya tangan itu ,
carinya milo dan susu ,
menghidang kan aku , jangan aku berhenti selere makan ,
'nahh , adik rasa dulu yer '
'makk , tawarlahh '
mak bangun sekalii lagi , berkeja ke peti membeku ,
mencari susu , di taruknya satu sudu dalam acuan ku .
selesa hendaknya aku .
aku yang tanpa rasa bersalah ni , 
terus menghadap juadah , menghadap dan hadap , 
selesai makan aku ,
siap mak ambil kan pinggan ku ,
dikutip dan dibasuh sisa sisa terliurku ,
mencari mak pencuci mulut ku ,
dikupasnya buah sato persatu ,
disusun molek dalam pinggan , 
diberi nya aku yang sedang menghadap tv ,
YaAllaah , manusia apa aku ini ,
ibu sendiri diperlaku seperti hamba ,
sehingga sekarang ,
mak tetap melayan aku seperti hendaknya dulu ,
umur aku mencecah duapuluh tahun remaja ku ,
tetap dua tahun juga matang ku .
aku tak pernah menghargai mereka ,
sudah lah itu , aku sakitinya lagi ,
dengan perangai haram aku ,
tangisan menginsafi aku hulurkan ,
pinta segala ampun mak dan abah dikampung ,
aku mengerti melihat wajah aku yang jijik ini ,
sangat menyakiti , 
aku paham abah ,
tak aku jejak kampung selagi abah tak pinta ,
aku takut abah halau aku atas silap aku ,
raya lahh semua tanpa aku ,
aku mmg seorang adik yang tak berguna ,
jauh dari sudut hati aku ,
aku mengikut bukan aliran ku ,
abah mak ,
aku rendu kucupan mesra semua ;(

No comments:

Post a Comment